Selasa, 19 Oktober 2010

Tulisan dari sahabat ku Ida Nursanti Baisuni

Bentar lagi tanggal 21 oktober..yah aku makin tua juga akhirnya..tapi bukan itu yang aku mau bahas, hanya ingin mengenang tahun lalu ketika ulang tahunku tiba, teman seperjuangan dan sahabatku sodari Ida memberikan catatan untuk ulang tahunku...yah catatan yang membuatku menangis, yup menangis mengingat keluarga asuhku di Maluku sana..

ini tulisannya....


"Rindu Masa Itu." (kado buat zeqa)


oleh Ida Nursanti Basuni pada 23 Oktober 2009 jam 15:42 di catatan fb
 
Waktu itu angin bertiup sedang. Menimbulkan gelombang air laut rendah yang menyapu jejak-jejak di pasir. Kemarin ku lihat, matahari sangat leluasa memancarkan cahayanya, menyinari pantai Maluku yang sepi namun tidak di hatiku…..
Aku berdiri, memandang jauh ke seberang samudera. Hanya berdiri saja. Kurasakan sapa lembut samudera. Menyentuh ujung jarijari kakiku merembes mencapai mata kaki, kemudian surut. Berulang-ulang. Ah apakah begitu begitu jika nanti aku pulang? Dari kulitku yang basah menjalar kesejukan, mengalahkan terik matahari siang. Ku lihat ayah berlari sambil membwa sebatang pancing dari bambu, di sebelah kirinya ibu dan adikadik menyusul sambil tertawa lepas. Ah pantai Maluku
Kuperhatikan harmoni alam. Indahnya Lazuardi biru itu. Mengapa ia sering kali kita abaikan?. Mengapa indra terpeka yang kita miliki tidak merasakannya. Jutaan sel saraf yang dimiliki hanya merasakan perasaan tersakiti dan menyakiti. Aku tertegun, dan sejenak merenung.
Inilah lelaki yang sayapnya patah ketika baru akan terbang, yang terhempas jatuh di pulau antah-berantah, yang terjerat masa lalu yang pahit, merana dalam luka-luka dan bisa yang mengalir dalam pembuluhnya. Inilah aku, dengan hati bertoreh luka. Kusaksikan permainan waktu. Izinkan aku untuk terus berjalan.
Ayah, terus berlari kecil di susul ibu yang membawa keranjang makanan, bergerak menghampiri ku.
Ada sebuah pesan yang ku sampaikan lewat laut ini. Bukan dalam aksara dan bahasa yang pernah kau kenal. Nasihat yang terhanyut dalam laut kehidupan. Terlihat buih-buih samudera dalam debur ombak menghapus jejak-jejak kakiku yang tadi tertinggal di atas pasir. Menjadikannya hilang sama, seperti itulah masa lalu yang tertinggal dihapus oleh waktu, memberi ruang buat masa depan yang lebih baik. ahhh,,,,,,,,,benarkah semua itu akan tinggal masa lalu yang telah terhapus oleh waktu? Apa ia tidak membekas seperti tapak kaki yang tak akan hilang walau oleh deras hujan dan terpaan badai sekalipun di pantai hati?
Ada seseorang yang membalas pesanku. Kali ini dalam goresan tinta pada secarik kertas lapuk. ada dalam sebuah botol kaca yang bening. Sebuah surat entah dari siapa,. Huruf-huruf lembut meliuk menyusun sebuah puisi indah.
“Aku rindu masa lalu itu. Rindu pada setiap kenangan yang telah lewat. Seperti Rindu pada ayah dan ibu yang tertinggal di Maluku. Namun izinkan rindu itu ku bawa ke Borneo. Agar tak lekang termakan usia.”
Asa terakhir menjadi pena, dan rindu menjelma dalam tinta, menyisakan jejak-jejak rasa dalam hati. ingin ku gapai, tempat yang mungkin tak dapat kulihat tapi sepi itu tetap ada dalam jiwa. Aku ingin tersenyum, untuk pertama kali. Namun kenapa senyum itu terasa berat di bibirku??????? Ingin sekejap saja……..
Namun aku tetap merindukan masa itu.
Puisi itu terbang dalam jutaan sepih bagai debu ditiup angin. Tapi ia akan selalu terukir di hati, puisi rindu itu.

catt : spesial kado dari Ida Nursanti Basuni
buat sahabatku Zeqa Orange yang sedang berulangtahun tanggal 21 oktober kemarin.
moga makin jaya ya kawan.....



*ket gambar : tim BPAP (Bakti Pemuda Antar Propinsi) 2009 dari propinsi kalbar-riau-sultra-ntt dan maluku berfoto bersama dengan bapak gubernur maluku

0 komentar:

Posting Komentar